Dalam kehidupan sehari- hari kita mengenal tiga
wujud zat, yakni padat, cair , dan gas. Zat- zat tersebut dapat berubah wujud
jika diberikan kalor. Kalor yang diserap zat menyebabkan:
- Suhu benda meningkat
- Suhu yang meningkat menyebabkan gerakan partikel (atom/molekul) lebih cepat
- Gejala ini menyebabkan beberapa implikasi seperti berikut ini.
- Gerakan partikel yang makin cepat menyebabkan partikel cenderung melepaskan diri dari posisi seimbangnya
- Jika gerakan makin cepat lagi (suhu makin tinggi) partikel-partikel yang semula berada pada posisi seimbang masing-masing (zat) padat menjadi menempati posisi yang acak (zat cair). Tetapi secara rata-rata jarak antar partikel tidak berubah banyak. Peristiwa ini disebut peleburan.
- Jika gerakan makin cepat lagi sehingga gaya antar partikel tidak sanggup lagi mengumpulkan partikel-partikel tersebut maka benda berubah menjadi gas
- Jika gerakan partikel makin cepat lagi sehingga elektron-elektron yang ada di atom terlepas dan materi berubah menjadi kumpulan partikel bermuatan positif dan negatif maka materi berubah menjadi plasma.
1.
Melebur dan Membeku
Melebur adalah perubahan
wujud zat dari padat menjadi cair. Kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud 1
kg zat padat menjadi zat cair dinamakan kalor laten lebur atau kalor lebur. Kalor yang dilepaskan pada waktu zat membeku dinamakan kalor laten beku atau kalor beku. Untuk zat yang sama, kalor lebur = kalor beku. Kedua jenis kalor laten ini disebut kalor lebur dan diberi simbol Lf. Jika banyak kalor yang diperlukan oleh zat yang massanya m kg untuk melebur adalah Q Joule, maka:
Lf = Q/m atau
Q = mLf
Keterangan: m= massa
( kg)
Q = jumlah kalor (J)
Lf = kalor lebur ( J/kg)
2.
Menguap, Mendidih, dan Mengembun
Menguap adalah perubahan wujud zat dari cair menjadi uap. Pada waktu
menguap zat memerlukan kalor. Peristiwa
yang memperlihatkan bahwa pada waktu menguap memerlukan kalor adalah
mendidih. Pada waktu mendidih, suhu zat tetap sekalipun pemanasan terus
dilakukan. Semua kalor yang diberikan pada zat cair digunakan untuk mengubah
wujud dari cair menjadi uap. Suhu tetap ini disebut titik didih yang besarnya
sangat bergantung pada tekanan di permukaan zat itu. Titik didih zat pada
tekanan 1 atm disebut titik didih normal
Kalor yang diperlukan
untuk mengubah wujud zat 1 kg zat cair menjadi uap pada titik didih normalnya
dinamakan kalor laten uap atau kalor uap. Kalor uap disebut juga kalor didih.
Sedangkan kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud 1 kg uap menjadi cair pada
titik didih normalnya dinamakan kalor laten embun atau kalor embun. Kalor didih
= kalor embun. Jika banyaknya kalor yang diperlukan untuk mendidihkan zat yang
massanya m kg adalah Q Joule, maka:
Lv =
Q/m atau Q = mLV
Keterangan: m = massa ( kg)
Q = jumlah kalor ( J)
LV = kalor uap ( J/kg)
3.
Menyublim
Menyublim
adalah perubahan wujud zat dari padat menjadi gas atau sebaliknya dari gas
langsung menjadi padat. Contoh menyublim adalah berubahnya wujud kapur barus
menjadi gas.




